toko-easy_bannerDulu saya sering mencemooh saat membaca iklan-iklan seminar Entrepreneur yang ada kalimat “Wiraswasta modal Dengkul”, atau “3 Detik menjadi Entrepreneur”, atau “Modal Dengkul menjadi Pengusaha”.

Beueueuhh…, kala itu saya hanya bersungut dalam hati “Dengkulmu! hari gini mana mungkin punya usaha tanpa modal” :mrgreen:

Eh tapi ternyata tanpa disadari kemudian, perlahan namun pasti saya memiliki juga usaha yang dimulai dengan modal dengkul. Lebih tepatnya sih modal jari, bukan dengkul. Karena yang bekerja lebih banyak adalah jari-jemari saya yang harus rajin menari-nari diatas tuts keyboard, meng-update data, melayani chatting, membalas email, membalas sms yang masuk dari para pelanggan, dan juga mengemas barang sebelum dikirim.

Ya. akhirnya saya memiliki sebuah toko online dengan nama TOKO EASY. hmm, ternyata memiliki usaha itu menyenangkan. Terlebih lagi usaha ini murni modal dengkul. Saya kategorikan modal dengkul karena sebelum memiliki toko pun, sehari-harinya saya sudah menikmati koneksi internet dan memiliki perangkat untuk mengakses internet tentunya. Beda perkara jika belum memiliki perangkat itu, tentu tak lagi bisa dikatakan modal dengkul karena harus menyiapkan terlebih dahulu perangkat komputer plus akses internetnya.

Ketertarikan saya untuk membuka tokoeasy sendiri bermula saat saya belanja sprei 2 buah dari internet. Saat saya sedang transaksi belaja sprei itu, dalam hati saya berujar “gila juga ya bisa-bisanya aku belanja sprei dari internet, padahal kan sprei itu barang yang mudah didapat. Tinggal jalan ke mall yang letaknya seuprit dari rumah juga ada. ato naik angkot ke pasar juga deket, malah bisa puas-puasin tuh memilah-milah sprei mulai dari yang murah sampe yang mahal. Tapi ternyata saya malah lebih memilih beli dari internet.”

Saat itu saya jadi berfikir, kira-kira ada berapa banyak orang ya yang seperti saya ? yang percaya untuk belanja di internet ketimbang belanja ke pasar.? Terlebih untuk item seperti itu biasanya kita ingin pegang dulu untuk memastikan kualitas bahan yang digunakan.

Finally, saya malah mengajak kerjasama tempat sprei yang saya beli itu untuk menjadi agen online-nya juga. Saat tawaran saya disetujui oleh pemasok sprei itu, seketika itu juga saya meregistrasikan nama tokoeasy.blogdetik.com dan memajang beberapa sprei untuk dijual. ( next akan saya ceritakan kenapa menggunakan nama tokoeasy, kenapa bukan tokosprei atau nama lain, dan juga kenapa saya memilih blogdetik )

Setelah 2 bulan berjalan, ada seorang teman di LintasMaya Corporation yang berbaik hati menggratiskan domain dan hosting tokoeasy.com. Well done, saya pun  segera “angkut-angkut barang” pindah ke lapak yang baru. dan tentu tetap mengusung nama tokoeasy.

Begitulah cerita singkat mengenai toko online yang saya kelola. Memang masih jauh dari kata sukses ala “pengusaha”, tapi setidaknya saya sekarang percaya bahwa modal dengkul pun bisa membawa kita untuk ber-wiraswasta. Edisi pertama ini memang saya khususkan untuk sharing pengalaman bagaimana awal mula saya berani membuka toko dengan modal dengkul. Selanjutnya nanti saya akan coba mengulas hal-hal lain yang berkenaan dengan toko online.

Pembaca yang budiman, selalu ada jalan jika kita mau berusaha. Kalau diantara pembaca sudah ada yang berniat untuk membuka usaha online, yuk kita teruskan perjuangan! Disini kita bisa sama-sama berdiskusi dan belajar untuk lebih baik. Perlahan tak mengapa yang penting  fokus. Dan jangan terburu-buru untuk profit oriented.

Penulis : Lies - easy.blogdetik.com


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • Tumblr